Future starts now, not tomorrow




Precious Birthday Wishes!

12:40 am, by ignasiusryan
permalink





Kado Natal Terindah dari @margaretmaisie

11:06 pm, by ignasiusryan
permalink




Comfort Zone - Unknown

I used to have a comfort zone where I knew I wouldn’t fail.

The same four walls and busywork were really more like jail.

I longed so much to do the things I’d never done before,

But stayed inside my comfort zone and paced the same old floor.

I said it didn’t matter that I wasn’t doing much.

I said I didn’t care for things like commission checks and such.

I claimed to be so busy with the things inside the zone,

But deep inside I longed for something special of my own.

I couldn’t let my life go by just watching others win.

I held my breath; I stepped outside and let the change begin.

I took a step and with new strength I’d never felt before,

I kissed my comfort zone goodbye and closed and locked the door.

If you’re in a comfort zone, afraid to venture out,

Remember that all winners were at one time filled with doubt.

A step or two and words of praise can make your dreams come true.

Reach for your future with a smile; success is there for you!

10:47 pm, by ignasiusryan
permalink




Wik-N KUKSA FEUI 2011

“Tuhan memang satu, untung kita sama…”

Tulisan ini ditulis hanya beberapa jam sejak berpisah dengan teman-teman KUKSA FEUI setelah menghabiskan 3 hari 2 malam (ada yang cuma 2 hari 1 malam) yang luar biasa. Rasanya senang dan sedih di saat yang bersamaan setelah melewatkan Wik-N keempat saya. Time flies, right? Yes, question is: Kenapa segitu cepetnya? Rasanya baru kemarin jadi maba dan melewatkan Wik-N terbaik di tahun 2008, sekarang baru saja menyelesaikan Wik-N terakhir sebagai mahasiswa FE. :’)

Orang bilang: “There’s no better place than home”. Iya bener banget, tapi gimana kalo kita ngerasa tempat lain sebagai rumah kita? Itulah yang saya rasakan selama ada di KUKSA FE. Hadir di Wik-N bikin semua memori dan kenangan hidup lagi dan merasakan detik demi detiknya begitu berharga. Mungkin gak akan lagi suasana kayak gini di masa depan, saat kerjaan udah jadi sebuah keterikatan dan saat teman-teman juga sibuk dengan kerjaannya masing-masing.

Saya salut sama BPH KUKSA dan panitia. Sempat ada kekhawatiran mengingat Wik-N adalah salah satu acara paling krusial dan penting bagi keberlangsungan KUKSA ke depannya. Salah ambil langkah bisa berarti skak mat. Untungnya kekhawatiran saya gak terbukti. Semua panitia, semua peserta, semua maba (gak sih sebenernya, ada satu orang yang kalo kata beberapa temen otaknya dislocated, hehe) ambil bagian secara aktif untuk bikin Wik-N ini berhasil. Two thumbs up!

Comfort zone itu beracun. Memang, namun bener kata seorang temen saya, comfort zone bukan untuk ditinggalkan, namun untuk diperluas. Saya gak akan meninggalkan salah satu comfort zone ternyaman saya, namun akan memperluasnya. Terima kasih Wik-N KUKSA FEUI, terima kasih buat semua gelak tawa dan kocolan yang gak ada duanya di manapun. Empat tahun menjalani Wik-N dan selalu mendapatkan quality time yang sama luar biasanya bikin selalu gak sabar nungguin Wik-N berikutnya. Semoga masih berjumpa di Wik-N selanjutnya.

Oh iya, maaf juga lho udah 2 tahun berturut-turut bikin anak KUKSA nungguin saya untuk berangkat Wik-N. Maaf merepotkan namun saya juga senang karena merasa sangat terapresiasi oleh kalian semua. Hehe. :)

Terakhir, gak tau harus ngomong apa sama anak-anak 2008 yang super bikin malu-maluin dan konyolnya luar biasa, hahahaha. Bangga banget pernah kenal dan kerja bareng kalian semua. Let’s kick our reunion and farewell very soon, and enjoy our last minutes together. Hidup Cherrybelle!

Wik-N 2011, CHIBI! Thank God I found KUKSA FEUI. God Bless.

9:47 pm, by ignasiusryan
permalink




#bebeb (Taken with instagram)

11:56 am, by ignasiusryan
permalink
tagged: bebeb,






Rencana 0-1 Kenyataan

Manusia berencana, lalu biarkanlah Tuhan yang menentukan semua.

Ada yang gak percaya sama ungkapan itu? Siapa yang rencananya selalu jadi kenyataan? Saya satu dari sekian banyak orang yang selalu diam ketika rencananya patah di tangan Tuhan. Cuma bisa berdiri terpaku, menatap rencana-rencana indah yang pelan-pelan berlari sangat cepat, lalu hilang dari pandangan dan menguap.

Sedih? Iya. Kecewa? Pasti. Rasanya masih sama kok dengan belasan tahun lalu. Pernah dijanjikan berlibur oleh papa mama tapi kemudian gak jadi? Pernah merasakan rasanya bakal dibelikan mainan baru, tapi akhirnya harus ditunda karena papa gak punya uang, atau toko mainannya tutup? Identik.

Ah, tapi tak apa. Ini cuma pengalaman kecil ketika apa yang direncanakan gagal jadi kenyataan. Masih banyak orang lain yang pengalamannya bukan cuma membuat berdiri diam dan terpaku, tapi bahkan memaksa mundur teratur sampai akhirnya jatuh tertelungkup. Tuhan itu baik, kawan.

Lalu, apa kuncinya? Lagi, ekspektasi. Sudah punya rumus kebahagiaan belum? 

Happiness = Reality - Expectation

Jadi, kalo mau bahagia, ekspektasi gak boleh terlalu tinggi, sehingga kebahagiaan nilainya masih positif. Ingat, tidak ada tanda mutlak di situ. 

Anekdot bilang: “Life is what happens to you when you are busy making plans.” Iya, bener ternyata. Kebanyakan bikin rencana itu gak baik, sampai lupa kalau hidup terus berjalan.

Pada akhirnya, ketika rencana gak sesuai kenyataan, orang-orang yang berdiri terpaku diam ini cuma punya dua pilihan: kembali lari berbalik atau pelan-pelan berjalan bersama kenyataan dan mengubahnya lebih baik. 

Sekian.

10:13 pm, by ignasiusryan
permalink




Seandainya Ada Tombol Pause

“Semalam saya mimpi ke pantai yang indah sekali. Rasanya tenang, damai. Airnya jernih, terumbu karangnya terlihat jelas. Saya lihat pantai itu dari ketinggian bukit. Pantainya landai, dan ya, sinar matahari dipantulkan dengan terangnya.”

Saya selalu suka bermimpi (mimpi saat tidur maksudnya). Rasanya punya tombol pause untuk kehidupan. Tidur, lalu mimpi, ibarat perhentian sejenak dari pelarian hidup kita yang tergesa-gesa. Kadang, kalo punya banyak masalah, saya lebih pilih tidur, lebih bagus lagi kalau bisa bermimpi sesuatu yang menyenangkan. Seperti bertukar kehidupan dengan yang lain, walau hanya imajinasi dan sebentar di dunia nyata, namun rasanya betah ada di sana. Saya tahu ini imajinatif, namun imajinasi ada karena iya dibayangkan bukan? Memang tidak etis berhenti dan menyerah. Namun, berhenti sejenak dan mengisi tenaga sebelum berlari lagi tidak haram hukumnya kan?

Selamat malam, semua.

10:43 pm, by ignasiusryan
permalink





cheekychip:

He may be ageing and losing global attention, but David Beckham still has that golden touch for scoring trademark freekicks.

12:39 am, reblogged by ignasiusryan
permalink




Semoga Tuhan Mendengar

Saya tidak bisa membayangkan jika saya yang ada di posisi itu. Saya memang tidak mau membayangkan. Saya tidak tahu rasanya dan tidak mau tahu rasanya. 

Hari ini saya seperti berdiri di depan sebuah cermin, namun cermin yang merefleksikan masa lalu. Cermin itu seperti bertanya kepada saya tentang apa yang sudah saya lakukan, apa yang hendak saya perjuangkan, dan apa yang telah saya berikan. Rasanya tidak bisa menjawab apa-apa, hanya bisa tertegun, diam, kelu. 

Saya tahu saatnya nanti akan tiba, namun saya berdoa semoga saya diberi kesempatan lebih, diberi waktu lebih panjang, untuk membahagiakan orang tua saya.

Semoga Kau dengar sepotong pinta ini, Tuhan. 

1:07 am, by ignasiusryan
permalink





Ada dua macam kebebasan. Pertama, kebebasan untuk berkeinginan (freedom of desire). Kedua, kebebasan dari berkeinginan (freedom from desire). Nomor dua adalah kebebasan yang sejati.

Ajahn Brahm
11:01 pm, by ignasiusryan
permalink




Tuhan Rupanya Pandai Menampar

Ini toh rasanya beberapa hari “tertampar”. Saya ditegur Tuhan rupanya. Siapa saya seolah-olah bisa menentukan jalan hidup saya? Saya lupa ada Tuhan di dalamnya. Saya terlalu naif, bahkan untuk hal-hal kecil yang sebenarnya tidak bisa terlalu dinaifkan. Saya seolah-olah “besar” padahal masih “kecil”. Saya terlalu khawatir ada apa di ujung jalan sana hingga paku kecil di depan mobil malah tidak kelihatan. Akibatnya? Ya bocorlah ban itu. Perjalanan terhambat, butuh usaha lebih untuk memperbaiki, dan ketinggalan dibanding mobil lain. Terima kasih Tuhan untuk peringatannya. Selalu saja “tamparan” itu datang di saat yang tepat.

“I’m nobody yet pretending to be somebody.”

10:13 pm, by ignasiusryan
permalink




Kuncinya Satu: Bersyukur!

Pelajaran lain hari ini.

Pagi ini, BB saya rusak. Iya, bener-bener rusak, gak bisa hidup, jadinya gak bisa twitter/BBM-an. Jangankan twitteran, sms atau telpon juga gak bisa, ya karena emang layarnya aja gak bisa hidup. Kesel? Iya. Demot? Banget. Bete? Pasti. Rasanya pengen teriak “kampang” sekeras-kerasnya. 

Tapi lucunya, setelah saya demot setengah harian, rasanya malah lega aja. Ternyata enak deh bisa fokus ke urusan kuliah dan lain-lain. Gak perlu liat BB terus, gak perlu ngetweet, gak perlu jawab BBM orang, dan masih banyak lagi. Rasanya unik aja. Saya jadi mikir, bukannya lebay ya, tapi ini seolah-olah teguran Tuhan dalam hal yang sangaaaaaaaaaaaaaaaat kecil. Ada 3 pelajaran yang bisa saya petik dari kejadian BB rusak ini.

1) Kadang apa yang menurut kita buruk atau jelek, belum tentu seburuk atau sejelek itu. Kita gak bisa lepas dari subjektivitas kita dalam menilai sesuatu itu apakah bagus atau jelek. Saya sering meng-under-estimate orang sampai akhirnya saya paham kalau saya salah dan sekarang saya udah biasa terkejut engan under-estimation yang sering saya lakukan. 

2) Kita gak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Jangankan setahun lagi, barang sejam atau semenit lagi juga kita belum tentu bisa memperkirakan dengan tepat. Kuncinya satu: persiapan. Ya, ibarat saya sudah pernah mem-back-up kontak BB saya dengan rutin, pasti saya gak akan sekalang-kabut ini ketika BB rusak. Do the best and prepare for the worst.

3) Ini poin paling penting, yaitu BERSYUKUR. Sampai sekarang, saya juga masih belajar bagaimana caranya bersyukur di setiap kesempatan. Rasanya susah aja, rasanya masih suka mengeluh akan masalah apa yang kita hadapi. Jarang banget kita coba berpikir dari sudut yang lain. Pertamanya saya juga merasa sial banget BB bisa rusak tiba-tiba, “shit man, sial banget nasib gw, BB semalem gak papa, tiba-tiba rusak aja, kampret.”, tapi setelah saya pikir-pikir, saya jadinya malah bersyukur bahwa musibah yang saya terima jauh lebih kecil dibanding musibah orang lain. Banyak kok temen saya yang BB-nya hilang, atau bukan software-nya yang rusak, malahan hardware alias device-nya yang rusak. Nah lho, kalo begitu gimana coba? Itu yang bikin saya paham kadang kita harus menggeser sedikit pola pikir kita supaya kita bisa bersyukur. Sedikit aja, dan percayalah, mungkin efeknya luar biasa.

Seperti yang saya bilang, musibah BB rusak ini saya anggap sebagai sentilan cabe rawit dari Tuhan, kecil-kecil namun pedes, menyakitkan. Lumayan banget untuk dijadikan catatan. Sebagai penutup, izinkan saya untuk mengutip lagu D’ Masiv.

“Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat seakan hidup ini tak ada artinya lagi.”

“Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik.”

10:52 pm, by ignasiusryan
permalink




Salam Bagi Sahabat

Lihatlah hidupmu/Penuh dengan kesempatan/Walau beban hidup menghalang/Jangan lari dari bebanmu.

Hidupmu indah/Bila kau tahu/Jalan mana yang benar/Harapan ada, harapan ada/Bila kau mengerti.
Hidupmu indah/Bila kau tahu/Jalan mana yang benar/Harapan ada, harapan ada (pastikanlah)/Bila kau percaya.

-Dikutip dari Salam Bagi Sahabat oleh Glenn Fredly-

10:12 pm, by ignasiusryan
permalink




Menghadapi Kenyataan

There are some people who live in a dream world, and there are some who face reality; and then there are those who turn one into the other.

Karena saya orang yang melankolis, makanya bisa buat tulisan ini. Saya gak tau apakah orang-orang yang gak begitu mellow bisa setuju dengan tulisan ini. 

Pernah merasa sedih ketika barang kesayangan hilang? Pastilah ya. Kalau merasa sedih ketika pisah dengan barang kesayangan untuk selamanya, misalkan dijual, dikasih ke orang lain, atau semacamnya? Saya selalu merasa begitu. Misalkan kalau ada mobil atau handphone yang mesti dijual, rasanya sedih aja, saya merasa kalau selama ini mereka jadi bagian dari saya tapi akhirnya tiba saat untuk gak bisa bareng-bareng mereka lagi. 

Lalu, bagaimana rasanya ketika udah nyaman dengan seseorang kemudian harus pisah? Dengan analogi saya lewat barang-barang tersebut, harusnya jawabannya udah bisa ditebak. Yang lucu adalah bagaimana rasa sedih bisa muncul karena ingin balik ke masa yang sudah lewat. Dari dulu saya suka merasa begini, misalkan ketika ada saudara dateng, rasanya seminggu itu jadi hari paling menyenangkan. Kemudian, pas saudara saya itu mesti pulang, rasanya dunia runtuh (kira-kira demikian walau agak sedikit lebay). Rasanya males untuk sekolah, males untuk ngapa-ngapain, dan seterusnya. Intinya satu: pengen balik ke masa itu karena merasa saat itu seperti mimpi dan kebetulan mimpi jauh lebih indah dibanding realita.

Sekarang, saya juga lagi merasakan hal yang sama. Rasanya males untuk ngapa-ngapain karena rasanya seminggu yang lalu nyaman dan bahagia banget. Fisik dan otak boleh capek, tapi perasaan bisa “istirahat”. Lepas dari tugas kampus, lepas dari segala kegiatan rutin, dan bisa ketemu orang-orang yang fresh, yang bisa lo bercandain sepuasnya. Rasanya seperti dari dunia mimpi dan sekarang dibangunkan untuk kembali ke realita. Rasanya pengen lagi balik ke masa itu dan gak balik lagi ke masa sekarang. Rasanya tenaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang banget. Jujur.

Tapi, dari sini, ada satu pelajaran juga yang bisa dipetik. Saya tau hidup itu bukan seperti nonton di DVD Player yang bisa seenaknya dimulai, ditunda, dipercepat, diperlambat, dll. Hidup ibarat nonton bioskop. Lo tau ceritanya mungkin gak enak, tapi toh film tetap harus jalan. Gak mungkin kan sepanjang film ceritanya menyenangkan semua, pasti ada cerita yang gak sesuai dengan ekspektasi kita. Menerima kenyataan, baik menyenangkan atau menyakitkan, adalah bagian dari jalannya film bioskop itu. Life must go on. 

Seperti quote di atas, realita tidak bisa dihindari, selalu datang tanpa pernah pergi. Kita tidak bisa hidup dengan keduanya bersamaan. Hadapi kenyataan yang ada dan buat impian jadi kenyataan yang lain. 

10:33 pm, by ignasiusryan
permalink





Q: Apa motivasi terbesar lo? A: Gajah mati meninggalkan gading. Gw cuma mau jadi “gading” itu ketika gw melakukan sesuatu, selalu jadi bagian sejarah.

Hendra
12:08 am, by ignasiusryan
permalink